Panduan Orang Tua Mendampingi Anak Belajar di Rumah

Meski Tahun Ajaran Baru akan dimulai pada 13 Juli 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memutuskan bahwa anak-anak yang sekolahnya masih berada di zona kuning-merah, harus tetap belajar di rumah. Sementara yang berada di zona hijau, juga tidak serta merta bisa masuk sekolah begitu saja. Sebab, harus menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Nah Moms, karena belajar dari rumah akan diperpanjang, Kemendikbud sangat berharap agar orang tua bisa mendampingi anak dengan baik. Ya, walau pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilakukan secara daring atau online, namun orang tua tetap harus berkoordinasi dengan guru mengenai kondisi, ketersediaan waktu, sarana dan prasarana pembelajaran. Lantas, apa saja yang harus dipersiapkan dan dilakukan orang tua selama mendampingi anak menjalankan program PJJ?

Sesuai dengan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemendikbud No. 15 Tahun 2020, tentang pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran COVID-19., berikut panduan dalam mendampingi anak belajar dari rumah, Moms.


Ilustrasi anak belajar di rumah Foto: Shutterstock

Pra Pembelajaran

Sebelum memulai pembelajaran, Anda diminta untuk mempersiapkan beberapa hal terlebih dahulu. Pertama, pastikan Anda memiliki nomor telepon guru dan bergabung dalam grup komunikasi satuan pendidikan jika ada. Kedua, Anda harus mendiskusikan rencana pembelajaran yang inklusif bersama dengan guru sesuai kondisi anak Anda. Nah ketiga, Anda perlu menyediakan perangkat pembelajaran lewat daring. Setelah itu, sebagai orang tua dan wali, Anda harus memastikan si kecil siap mengikuti PJJ ini.

Saat Pembelajaran

Ketika pembelajaran dimulai, ada dua cara yang akan dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengajar yakni lewat tatap muka virtual dan Learning Management System (LMS). Yang bisa Anda lakukan untuk membantu anak antara lain:

  1. Tatap Muka Virtual

Selama tatap muka virtual, sebagai orang tua, Anda mesti mendampingi dan memantau proses pembelajaran daring, mendorong peserta didik agar aktif selama proses pembelajaran, dan membantu anak secara teknis dalam mengoperasikan aplikasi dan teknologi yang digunakan.

  1. LMS

Bila menggunakan LMS, orang tua harus berkoordinasi dengan guru untuk penugasan belajar, mendampingi dan memantau aktivitas anak dalam LMS, dan membantu anak secara teknis dalam pengoperasian aplikasi dan teknologi.


Anak belajar dari rumah pakai laptop Foto: Shutterstock

Usai Pembelajaran

Setelah si kecil selesai melakukan PJJ, Anda masih harus memastikan beberapa hal, Moms. Pertama, pastikan anak mengisi lembar aktivitas sebagai bahan pemantauan belajar harian. Kedua, orang tua harus mengumpulkan foto lembar aktivitas dan penugasan setiap hari. Ketiga, Anda harus secara aktif berdiskusi dengan guru terkait tentang tantangan dan kendala yang dihadapi anak selama proses pembelajaran daring ini.

Nah Moms, proses belajar jarak jauh, bagi beberapa anak mungkin saja bisa terasa membosankan. Oleh karena itu, Anda juga perlu mencari cara untuk menghidupkan kembali semangat anak dalam belajar.

Sumber: kumparan.com

Last modified: Friday, 17 July 2020, 6:43 AM